Bagaimana mengatasi rasa malu

Suatu saat anda melakukan salah satu dari ratusan kesalahan manusia, dan rasa malu itu terus menghantui anda. Membuat wajah anda merah dan tak bisa menghilangkan rasa malu itu. Ahli psikologi Bernardo J Carducci, Phd, Memberikan beberapa tips dalam bukunya Shyness : A bold New Approach

1. Pandang ke luar
Saat melakukan kesalahan, kita langsung merasa seluruh dunia memandangi kita. Padahal biasanya ini merupakan persepsi yang salah. “itu hanya pikiran anda sendiri. Hampir sepanjang waktu orang – orang memikirkan diri mereka sendiri, dan bukan memikirkan anda” kata Carducci. Manyadari hal ini bias membantu anda  menghilangkan kemerahan diwajah anda.

2. Jangan menyalahkan diri sendiri.
Saat kita merasa sadar dengan diri sendiri, kita lebih cenderung menganggap setiap kelemahan sebagai disebabkan oleh keadaan diri kita ketimbang memikirkan situasi eksternal yang kemungkinan bias menjadi pemicunya.

Carducci menyarankan untuk tidak terlalu membebankan tanggung jawab kepada diri anda sendiri. “akui bahwa anda telah mengucapkan sesuatu yang salah, bukan karena anda bodoh, tetapi karena seseorang mengajukan pertanyaan yang bodoh kepada anda”

3. Fokus kepada masa depan
Daripada terus merenungkan kejadian itu dan itu lagi, Carducci menyarankan untuk membayangkan perbuatan lain, apa yang akan anda lakukan jika situasi seperti itu muncul lagi. Hal ini  dapat membantu anda lewat dari sini dan saat ini, dan membantu anda agar tidak terpeleset lagi di masa depan.

4. Kenali tujuan anda
Rasa malu tidak semuanya buruk, pada kenyataannya, sebenarnya juga ada tujuannya. Buktinya kita tidak menjadi merah dibagian punggung atau kaki. Tapi pada wajah danleher yang biasa dilihat semua orang. “anggap rasa malu sebagai sopan santun pergaulan, rasa malu itu menunjukkan kepada orang-orang bahwa anda sadar, anda telah melakukan sesuatu yang salah, sekalipun tidak anda jelaskan kata-kata. Itu sebenarnya sama dengan berkata “maafkan saya””