Bergeraklah... karena diam bisa mematikan

Hidup sebenarnya identik dengan gerak. Sama dengan kematian yang identik dengan diam. Karena itu, bergerak, berkreatifitas, melakukan berbagai eksperimen dan sebagainya merupakan keadaan yang mutlak dalam hidup. Tanpa kehidupan, bukan saja menjadi tanpa makna, tetapi akan membawa bencana.

Gerakan yang harus dipelihara adalah aktifitas yang meliputi seluruh aspek tubuh. Minimal ada tiga bentuk gerak yang harus selalu kita perhatikan : 
  
Gerak rasa
Atau bisa juga disebut dengan gerakan hati. Artinya adalah aktifitas kalbu yang dapat member kesegaran dan pencerahan batin. Kemampuan seseorang mengolah gerak hati secara baik akan member pencerahan batin yang bias melahirkan ketenangan, dan stabilitas perasaan dalam setiap menghadapi persoalan. 


Gerak fikir
Maksudnya adalah aktifitas pemikiran dalam bentuk suplai ilmu pengetahuan. Gerak fikir ini bias dilakukan dengan membaca, meneliti, berdiskusi ataupun memperdalam sebuah ide. Penempatan ilmu pengetahuan erat kaitannya dalam aktifitas yang akan dilakukan selanjutnya. Tanpa ilmu pengetahuan sebuah akltifitas akan menjadi sia-sia atau bahkan berbahaya. 

Gerak fisik. 
Ada sekitar 650 otot dalam tubuh kita. Hamper sama dengan adanya 650 motor yang member kemampuan kepada kita untuk bergerak. Maka sama dengan mesin yang menurun kemampuan bahkan bias rusak bila tidak digunakan. Karena itulah, gerak fisik atau gerak badan menjadi penting. Dan dalam konteks ilmu kebugaran, gerak fisik menjadikan seseorang merasa lebih nyaman serta akanmengurangi rasa frustasi.