Bergeraklah, namun jangan asal bergerak

Ada rambu penting yang harus diperhatikan yang harus diperhatikan dalam bergerak dan beraktifitas. Karena tidak sedikit sebuah aktifitas yang sudah diawali dengan yang baik, akan rusak ditengah jalan. Banyak pilihan langkah yang dimulai dengan keinginan dan makdud yang mulia, namun nilai- nilai itu tercemar saat rencana tengah digulirkan. Mungkin kita pernah mendengar, sebuah keinginan yang baik misalnya sebuah langkah melibatkan diri dalam kancah politik untuk memberi sumbangsih positif bagi perbaikan masyarakat, tapi kemudian terbawa oleh arus permainan kotor didunia politik, atau makin menipiskan sikap kritis dan sebagainya.

Ini adalah warning, agar setiap orang tidak gegabah dalam melakukan sebuah gerak. Tapi tidak benar juga bila tidak mau bergerak sekedar karna takut mengalami penyimpangan dan kekeliruan saat melakukannya. Dalam bingkai psikologi, rasa takut dan khawatir akan kekeliruan dalam lekakukan sebuah aktifitas sebenarnya bisa menjadi energi positif untuk lebih berhati - hati dan waspada. Justru tanpa rasa takut dan khawatir seseorang bisa sembrono dalam bekerja. Hanya saja perasaan takut dan khawatir salah seperti itu, akan berubah menjadi masalah jika diperlakukan secara berlebihan. Hingga menjadikan seseorang tak mau bergerak, mengurung dan membatasi diri, tak berani untuk melangkah , tidak  percaya diri, negatif thinking bahkan pesimis dalam hidup karena takut akan resikonya. Maka disinilah bahayanya.

Hidup adalah pilihan. sedang pilihan adalah gerak itu sendiri yang pasti memiliki resiko atau kemungkinan salah. Bahkan Rasul mengatakan bahwa manusia adalah tempatnya dosa dan alpa. Namun bukan berarti semua orang boleh selalu gagal dan salah.
Akan tetapi agar kita bisa meminimalisir kesalahan dan kegagalan.

Caranya adalah, sebelum bergerak dan menentukan suatu langkah, kita mengidentifikasi berbagai resiko yang kemungkinan terjadi. Ini adalah bentuk ikhtiar kita sebelum melangkah. dalam ikhtiar ada unsur pendalaman ide,penelitian dan analisa, melakukan pengelolaan yang baik dalam upaya meminimalisir kesalahan.

Maka setelah bergerak, seandainya melakukan kesalahan, jangan menyesalinya berlarut-larut hingga membuat diri tidak berdaya. Tapi kita harus berusaha agar sebuah resiko negatif bisa menjadi awal dari keadaan yang lebih baik. Kesalahan dan kekeliruan akan menjadi pengalaman baru, persepsi baru, pengetahuan baru untuk digunakan dimasa selanjutnya. Tapi tetap ingat, jangan asal bergerak.