Saat Bisnis Diambang Kebangkrutan - Bagian 2


Salah satu ilmu yang juga penting untuk dikuasai ialah bagaimana menghadapi situasi terburuk dari perjalanan bisnis anda. Bisnis yang terancam bangkrut. Ini penting lantaran banyak dari pengusaha yang terkadang belum siap mental bila bisnisnya terancam bangkrut. Malah ada diantara mereka yang bingung untuk menyikapinya. Lantas mereka dirundung kesedihan dan keputusasaan.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan saat bisnis anda diambang kebangkrutan
 
Pertama : Ikhlas dan Sabar.
Apa yang terjadi dalam bisnis anda adalah suatu anugerah agar dimaknai sebagai suatu bentuk ujian supaya anda kuat dan tangguh. Teruslah berusaha mengembangkan bisnis anda tanpa berpikiran untuk berhenti. Sikap ini termasuk bagaimana anda diharapkan untuk tidak panik. Meski hal yang wajar, namun kepanikan justru akan memperkeruh suasana. Anda pun harus tetap menjaga sikap optimisme. Ingatlah, bahwa optimise merupakan separuh dari perjalana anda menuju sukses. Jadi apapun bisnis anda jangan sampai konsistensi optimisme anda menjadi goyah. Pesimisme yang berkecamuk harus segera dibuang jauh dari pikiran anda. Anggaplah tidak ada kebangkrutan yang bersifat permanen.


 
Kedua : Segera manfaatkan relasi untuk dijadikan alternatif bagi pemecahan masalah.
Artinya anda minta mereka untuk memberikan solusi. Pada saat genting seperti inilah, betapa dukungan orang lain sangat penting. Dukungan relasi bisa berupa pikiran, tenaga dan dana. Maka untuk mendapatkan semua itu, jadilah pribadi yang terbuka, mudah bergaul, jujur dan punya cita-cita yang jelas. Dengan kata lain, menjalin hubungan baik kepada relasimenjadi kunci yang tak boleh diremehkan. Pribadi yang terbuka disini juga terkait dengan sikap kepemimpinan. Bila posisi anda saat ini telah menjadi seorang pemimpin, maka momentum bisnis yang sedang terancam bangkrut mestinya bisa dijadikan sarana dialog dengan karyawan. Lebih tepatnya, keterbukaan kepada karyawan disini lebih dalam rangka mengangkat moral mereka. Situasi binis yang limbung secara psikologis akan mempengaruhi kinerja karyawan.
Karyawan akan mengalami demoralisasi, maka harus dinetralisir dengan hal-hal yang memberikan nilai baru. Semangat baru dan dorongan moral untuk tidak terjebak pada situasi bisnis yang sedang surut. Misalnya dengan menegaskan bahwa bisnis akan tetap eksis. Bila perlu beri suntikan honor  kepada mereka. Stimulus ini akan menjaga produktifitas kerja mereka.
Jangan abaikan pula untuk melakukan pembicaran dengan mitra bisnis dan investor. Beri pengertian kepada mereka tentang kondisi bisnis anda sejujurnya. Sebagai pihak ketiga, mereke berhak untuk tahu. Dengan kejujuran tersebut, diharapkan mitra bisnis dan investor paham dan berharap untuk tidak segera mengakhiri kemitraan dalam berbisnis dengan anda. Tetapi tentu saja harus diseleksi dulu informasi apa saja yang perlu disampaikan.

 
Ketiga : Segera merebut kembali rasa kepercayaan diri.

Terlebih bagi anda sebagai seorang pemimpin. Kepercayaan diri ini akan mensugestikaryawan untuk tetap di posisi performa yang tinggi. Termasuk dalam hal suasana kerja. Moral kerja karyawan akan tetap menyala. Kebangkrutan seolah-olah hanyalah angin lalu. Mereka akan tetap focus bekerja keras untuk meraih peningkatan semaksimal mungkin bagi kepentingan perusahaan. Tetaplah bersikap professional. Dengan kata lain, soliditas internal akan tetap tumbuh meski dalam kondisi apapun.
Selain itu dari sisi penjualan mesti perlu digenjot. Upaya mempromosikan produk harus lebih intens. Langkah ini ditempuh guna menambah pelanggan. Memang hasilnya tidak instans. Mungkin tahun depan baru akan terasa dampaknya.

 
Keempat : Mencari hal-hal yang menjadi titik lemah dan merusak bisnis.
Meneliti biang kerok kehancuran usaha sangatlah penting. Sebab jika tidak segera dilakukan jangan-jangan akan berkembang dan menjadi kerusakan sistemik, sehinggan akan mempercepat laju kehancuran usaha anda. Sebagai contoh bagaimana kehancuran bisnis lantaran kurang rapi dalam mengelola keuangan.
Hampir sebagian besar pengendalian uang yang amburadul menjadi kesalahan mendasar. Misal banyak yang pinjam cek / giro tanpa tanggal dan nilai nominal. Pemakaian uang dan barang untuk urusan pribadi tak tercatat atau banyak piutang pribadi yang dilupakan. Ada juga piutang dagang yang dibiarkan tak tertagih. Biasanya ini khas perusahaan keluarga, dimana pegawai yang bertugas tidak punya wibawa apalagi keberanian untuk melakukan penertiban akibat kokohnya dominasi pemilik beserta keluarganya. Karenanya, mulailah disiplin dalam mengelola keuangan. Memisahkan uang pribadi dan uang bisnis. Investasikan keuntungan untuk memperbesar bisnis, jika memungkinkan kembangkan sayab bisnis dibidang lain.

 
Kelima : Berdoa dan tetap berbuat kebaikan
Jadikan setiap kejadian yang mewarnai bisnis anda sebagai sarana untuk menuju pertolongan Allah. Terlebih disaat bisnis yang sedang surut, tentu ketergantungan pada Allah adalah mutlak. Jangan sampai situasi bisnis anda yang sedang terpuruk mengurangi semangat anda untuk tetap berbuat baik. Anda harus berjuang untuk mélanggengkan sedekah, zakat, hingga melunasi hutang- hutang yang belum terbayar. Jika anda melakukan itu dengan ikhlas, maka insya Allah digaransi tidak akan merugi dan tidak bakal bangkrut.

 
Satu hal yang perlu diperhatikan ialah berbisnislah dengan mengikuti sifat-sifat Nabi Muhammad yakni Sidiq (Berkata benar), amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan yang sebenarnya), dan Fathonah (cerdas). Ini adalah sifat wajib Rasul yang harus diteladani oleh umatnya